Kamis, 19 April 2012

Ayam Kampung Menguntungkan

Memelihara Ayam Kampung

Slide 1
Ayam kampung dahulu dikenal sebagai unggas yang cara pemeliharaannya dilakukan ala kadarnya. Artinya cukup diberi makan dengan sisa makananan kita atau nasi sisa. Tempat atau kandangpun juga ala kadarnya. Terutama di perdesaan yang suka dengan pemeliharaan ayam kampung. Kandang bisa di pekarangan atau halaman belakang rumah. Jumlahnya juga tidak terlalu banyak ,biasanya hanya beberapa ekor. Maksimal, 20  sampai dengan 30 ekor dengan pola pemeliharaan (perkandangan dan pemberian pakan) seadanya.

 Namun, kondisi tersebut sudah berubah. Saat ini, sudah mulai bermunculan peternak ayam kampung yang membudidayakan unggas lokal ini secara intensif mungkin membludaknya permintaan. Ayam dikandangkan dengan kandang yang memadai atau dengan kondisi sehat, baik kesehatan untuk ayam itu sendiri atau kesehatan lingkungan. Pakan yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ayam kampung dan pemberiannya dilakukan secara terjadwal dengan teratur.
Melihat prospek kebutuhan pasar yang cukup besar akan adanya ayam kampung, maka banyak masyarakat yang melakukan pebudidayaan ayam kampung. Nah bagaimana cara membudidayakannya.? mari kita coba untu menyimak catatan ini, barang kali bisa menjadi tuntunan kita untuk mengembangkan usaha kita di bidang budidaya ayam kampung.

Biasanya induk yang baik adalah induk yang memiliki kriteria khas dan kelbihan dari ayam2 yang lain sebagai induk seperti:

  • ayam memiliki sifat riang dan gembira, penampilan yang lincah
  • besar dan sehat, dan memiliki berbagai gerakan yang lincah, tidak malas bergerak, ayam senantiasa jinak atau tidak takut dengan orang.
  • Memiliki bulu yang bagus, soalnya ayam pertama dinilai adalah bulu, jika bulu jelek, berarti kulit ayam juga tidak sehat, dan pastinya ayam tersebut tidak baik buat dijadikan induk yang akan di andalkan untuk tindak lanjut kedepan.
  • Ketika tidur malam ayam tidak sering bangun dan teriak2, ayam yang baik dalah ayam yang selalu tidur nyenyak.
  • Susunan sisik pada kaki rapih, dan tidak ada kelainan pada susunan kulit, seperti kerusakan pada kulit, dan sisik harus lah teratur (tersusun baik)
  • Memiliki dada yang tegap.
  • sayap tidak terkulai ke bawah, ayam yang baik adalah mempunyai sayap yang rapat dengan tubuh ketika ayam santai.
  • memiliki leher yang bagus (tidak terlalu panjang atau pendek)
  • Otot dada montok, dan otot paha kuat, kalau berdiri ayam akan terlihat tegap.
  • Paruh kuat, tebal dan tidak terlalu panjang kedepan.
 
Kalau mau menciptakan ayam atau induk yang baik adalah dengan cara kawin silang terlebih dahulu,
Langkah pertama adalah, buatlah perkawinan ayam aduan atau ayam bangkok, dan nantinya anak ayam yang dihasilkan oleh ayam aduan dan ayam bangkok memiliki khas seperti ayam nampak besar, dan berdada tegap, relative kuat, dan tidak cengeng terhadap penyakit,

Selanjutnya, baru lah seleksi anak ayam yang di hasilkan dari perkawinan ayam aduan (ayam bangkok dan pelung) ambil yang betina, biasanya anak ayam hasil dari perkawinan ayam bangkok dan ayam pelung akan menghasilkan bulu tipis dan sedikit mengkilap, ini adalah calon bibit (induk) yang baik.
Gambar Sepasang Ayam Kampung

Selanjutnya, jika anda ingin memelihara, maka pejantan yang di pilih untuk di kawinkan dengan ayam betina pilihan tadi adalah , pilihlah ayam jantan jenis aduan, jangan menggunakan ayam kampung, dengan demikian, anak ayam akan lebih kokoh, dan memiliki badan yang tegap dan cepat besar, Pertumbuhan anak ayam akan lebih baik.
 

Cobalah, Barangkali Anda yang Berhasil.

Diambil dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Negra Pengunjung

free counters